Heartbreaker

vfsgss

Cast : Lee Heejin – Byun Baekhyun – Kim Taeyeon | Genre : Sad, Romance, School-life | T |

Summary : when love just for somebody perfect.

………..

Aku selalu tahu jika setiap wanita di dunia ini memiliki setidaknya satu orang pria sebagai pasangan hidupnya. Yah, setiap—bahkan untuk gadis yang hampir tidak memiliki apapun sepertiku.

Tanpa rambut panjang yang lurus yang terurai.

Tanpa wajah cantik yang sering di taburi make up dan macam-macam masker kulit.

Tanpa tubuh tinggi semampai yang sering digilai banyak pria belakangan ini.

Ya, tanpa semua itu!! Aku hanya seorang gadis berkacamata yang hobi menulis sebuah cerita fiksi di suatu blog. tapi aku tetap percaya, jika suatu saat cinta itu akan datang.

Pertemuan pertama kami di kantin sekolah yang sesak. Dia—seseorang yang memesonaku pada detik pertama saat aku melihatnya. bibir tipisnya yang melengkung saat tertawa dan juga suara lengkingnya yang terdengar kemana-mana saat salah satu temannya merebut roti isi miliknya.

Ya, dia! Lelaki pendek yang pernah satu kali membantuku memunguti seluruh tugas laporan yang berserakan di lorong sekolah.

“Haiii!! Kau gadis yang kemarin menjatuhkan banyak barang itu’kan?” dia melambaikan tangannya kearahku sambil berteriak. Membuatku hampir meledak saat melihat matanya yang menyipit itu.

“Kau mau duduk disini? Sepertinya kantin ini akan selalu penuh sampai bel pelajaran terakhir” aku tidak bergerak sampai ia menarikku duduk di sebelahnya—Di SEBELAHNYA!!!! Aku harap aku tidak mimisan karna terlalu gugup.

Dia tampan jika di lihat dari jarak dekat, apalagi saat bulu matanya yang lentik itu menutup beberapa kali. Juga dadanya yang bergerak naik turun karna harus berjuang keras untuk bernafas di tempat seramai ini.

“Oh ya, siapa namamu? Aku Byun Baekhyun dari kelas10c jika kau ingin tahu”

Aku tahu ini terlalu tiba-tiba dan terdengar sedikit gila. Tapi jangan salahkan aku, karna memang tidak pernah ada teori rasional manapun yang dapat menjelaskan perasaan seseorang secara jelas—tidak pernah ada.

Dan aku tahu satu hal penting.

Aku rasa aku jatuh cinta pada Byun Baekhyun.

……..

Byun Baekhyun memiliki banyak hal yang ingin ku miliki juga. selera humor yang luar biasa menyenangkan, suara bass lengking yang bahkan bisa terdengar dari jarak 1 km, juga macam-macam tingkah konyol yang dapat membuat setiap orang tertawa saat berada di dekatnya.

Tapi satu hal yang terpenting.

Baekhyun selalu mampu membuat jantungku melompat saat kedua mata kami saling menatap. Yah, aku tahu ini payah dan menggelikan. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain memandangi wajahnya yang cerah itu dari sudut kantin yang jauh. Melihatnya tersenyum, juga tertawa.. aku rasa itu cukup untuk kebahagianku sendiri.

Dan kegiatan tetap kulakukan sampai disatu hari rabu yang super panas (karna memang musim panas) dan tiba-tiba Baekhyun berdiri di depan lokerku dengan wajah yang memelas seperti anak anjing.

“Hei, Heejin.. kau ada waktu luang minggu ini?” aku hampir memukul kepalaku sendiri jika saat itu Baekhyun tidak berdiri disana sambil mengamati perlahan isi loker milikku.

“Ehm, yeah tentu, tentu aku selalu memiliki waktu luang”

“Benarkah?? kalau begitu, kau bisa tolong ajarkan aku soal logaritma yang tak kumengerti?”

Apa??? Baekhyun memintaku untuk mengajarinya logaritma? Oh yang benar saja. Darimana dia punya inisiatif gila itu?

“Ak-aku.. aku tidak yakin Baek”

“Ayolah Heejin!! Aku mohon padamu! Kudengar nilai rata-rata matematika kelasmu selalu baik, dan aku tidak memiliki siapapun lagi untuk kumintai pertolongan.” Oh, astaga apa yang harus kulakukan setelah ini? Aku—tentu tidak ingin menolak permintaanya. Tapi dia benar-benar salah sangka tentang nilai matematika brengsek itu! Aku bahkan baru mengalami tuntas nilai setelah tiga kali remedial!! Lalu bagaimana bisa aku mengajarinya macam-macam angka yang tidak pernah kumengerti itu??

“Baek..”

“Heejin!! Kumohon.. Guru Park akan membunuhku, jika ulangan kali ini aku mendapat nilai E lagi”

“Baiklah, baiklah.. kau bisa datang ke rumahku sabtu ini”

“Ohh benarkah?? terimakasih heejin! Aku menyayangimu!!”

‘Deg’

Benarkah baekhyun menyayangiku? Rasanya Baekhyun akan melihat pipiku yang memerah seperti kepiting rebus jika saja ia tidak cepat-cepat melesat pergi bersama teman-temannya.

Ya, Baekhyun. Mungkin malam ini dan malam-malam selanjutnya aku akan lebih sering berkutat dengan rumus logaritma dibanding dokumen word fanfic milikku.

….

Nyatanya pria semenarik dan seceria Baekhyun juga sering terlibat masalah.

Nilai matematikanya yang selalu tragis, dan hubungannya dengan Chanyeol sahabat karibnya yang merenggang akhir-akhir ini. aku terlalu sering melihatnya beradu argument dengan Chanyeol bahkan hanya untuk menentukan menu makanan yang akan mereka pesan—kekanakan. tapi itulah persahabatan mereka. pure and innocent.

pertengkaran mereka yang tidak pernah menjadi sangat serius sampai suatu hari Chanyeol datang dan memukul keras wajah Baekhyun, hingga kepalanya hampir membentur lantai.

Beberapa siswa hanya menatap takut kearah keduanya, juga ada beberapa lainnya yang memilih pergi karna tidak ingin terlibat dalam masalah ini.

“AKU BILANG, AKU BERHENTI BERMAIN BAND!! TAPI KENAPA KAU TETAP MENULIS NAMAKU DI FORMULIR SIALAN ITU, BYUN BAEKHYUN!!!!” Chanyeol menarik kuat-kuat kerah baju Baekhyun sampai salah satu kancingnya terlepas.

“Maafkan aku Yeolli.. aku hanya tidak ingin kau berhenti..”

“AKU BERHENTI!! AKU SUDAH BERHENTI MEMUKUL DRUM BRENGSEK ITU!! AKU BERHENTI, KAU DENGAR ITU???”

“tapi ini impianmu, Chanyeol! Impian kita..!” Baekhyun mulai menangis dengan air mata yang membasahi seluruh pipinya yang kemerahan. “kau hanya sedikit bingung.. aku tidak ingin kau pergi.. tetaplah bersama kami mengikuti festival itu”

“AKU TIDAK—“

“CUKUP, PARK CHANYEOL!!!” entah apa yang merasukiku sampai aku berani berteriak begitu keras di depan kedua laki-laki yang sedang bertengkar. Tapi aku tidak peduli, aku hanya ingin cepat-cepat melepaskan tubuh Baekhyun dari genggaman Chanyeol karna ia begitu mendominasi pertengkaran ini dan tidak membiarkan Baekhyun untuk menjelaskan apapun.

“lebih baik kau pergi, chanyeol!.. Aku tidak ingin..terus melihatmu disini dan melukai hatinya!”

Baekhyun menatap wajahku yang entah sejak kapan telah dipenuhi air mata. Kami saling menangis dan berpelukan. Membuat suasana ini menjadi tontonan yang menarik untuk sebagian orang di sekeliling kami. Tapi lagi-lagi aku tidak perduli.

Karna aku hanya tidak mampu melihatnya menangis.

Aku tidak mampu melihat Baekhyun terluka.

yah, tidak mampu—karna air matanya terlalu menyakitkan.

………….

Aku mencintai Baekhyun melebihi siapapun. Tapi Baekhyun tidak pernah mencintaiku sebesar aku mencintainya.

Ya, kami berada di sini. Di pinggir lapangan baseball sekolah karna regu sekolah kami—Ilseong dan Namgil akan bertanding sebentar lagi. beberapa orang berteriak heboh di belakang punggungku, juga tentu saja Baekhyun. Dia bertepuk tangan keras-keras sambil melempar topinya melayang-layang di udara.

Aku ingin tertawa keras melihat tingkahnya—tapi tetap saja tidak bisa. Aku harus berpura-pura fokus pada pertandingan agar dia tidak mencurigaiku macam-macam.

“Woaa.. aku tidak pernah tahu jika Kai sangat memesona saat memakai seragam baseball” Baekhyun tersenyum kearahku. Kali ini dia berhenti bertingkah konyol dan menatap lurus kearah lapangan yang dipenuhi pemain baseball dan beberapa cheerleaders

“Kau menyukainya?”

“Apa—siapa?”

“Kai maksudku. Dia tampan, atletis, dan sempurna’kan?” Baekhyun menggosok hidungnya yang mungil lalu mulai membentuk bibirnya seperti bibir bebek.

“Ahh, ya. Mungkin hampir semua orang juga berpikir begitu” aku menatapnya lekat sambil menunggunya melanjutkan percakapan kami.

“Kau kenal cheerleaders yang memakai angka 88 itu?” aku mengikuti arah telunjuknya yang mengarah ke satu titik lapangan.

“Taeyeon Sunbae? dia penyanyi solo dipaduan suara, juga kapten team cheerleaders. Ada apa?” kami saling menatap beberapa detik kemudian. Pipi Baekhyun memerah—dan aku tahu ini bukan tingkahnya yang biasa.

“Aku rasa, aku menyukai Taeyeon sunbaenim”

….

Kami menjadi jarang sekali berbicara setelah seluruh sekolah tahu jika Baekhyun menyukai Taeyeon sunbae. yah, siapa yang sangka jika pria mungil itu nekad menyatakan cintanya pada Taeyeon sunbae di tengah pertandingan?

Sungguh, itu sangat romantis—Tapi juga sangat dramatis untukku sendiri disaat yang bersamaan. Dan perasaanku tidak menjadi lebih baik bahkan saat Taeyeon sunbae menolak Baekhyun secara halus. Tetap tidak pernah membuatku lebih baik!!!

“Hei baek!” aku menyapanya lebih dulu kali ini—hanya sedikit penasaran dengan keadaannya.

“Oh, hai!”

“Kau baik-baik saja? Well, kau terlihat sama kacaunya dengan ulangan fisika-ku!” Baekhyun tertawa, dan aku senang saat lelucon itu berhasil.

“aku baik-baik saja, sungguh!”

“kalau begitu, ayo kita makan es krim!” Baekhyun melototiku seakan dia tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan. “ayolah!! Kau tidak bisa menolak kali ini”

“baik, baik.. tapi aku mau yang rasa vanilla!” akhirnya dia tertawa renyah saat aku menyeretnya keluar dari lingkungan sekolah menuju sebuah kedai es krim yang dipenuhi macam-macam permen.

Kami duduk di atas kursi tinggi yang bentuknya mirip jerapah—tentu saja ini kedai yang sangat kekanakan. Tapi Baekhyun dan aku tetap tidak pernah mempermasalahkannya.

“jadi, apa yang membuatmu murung belakangan ini?” Baekhyun menoleh kearahku dengan es krim yang belepotan di seluruh pipinya. aku terkekeh sebentar dan akhirnya membantunya membersihkan noda itu dengan tissue.

“ehmm.. aku tidak tahu. Aku hanya sedih. Kau tahu sebuah rumornya yang mengatakan jika aku terlalu sering ditolak seorang gadis?”

“Apa?? Aku tidak pernah dengar” Aku hampir tersedak karna ucapannya yang tidak masuk akal. HEI, BYUN BAEKHYUN!! KAU ADALAH LAKI-LAKI PALING SEMPURNA YANG PERNAH KU TEMUI!! Dan bagaimana bisa mereka (para gadis) menolak sejuta pesonamu? “kenapa bisa begitu?”

“Mereka bilang aku tidak menarik. Bukankah menurutmu juga begitu?” Kali ini dia memasang wajah murungnya yang super menyedihkan itu.

“apa kau akan merasa lebih baik jika kukatakan ada seorang gadis yang menyukaimu?”

“Menyukaiku? Kau tidak bersungguh-sungguh’kan?”

“tentu saja aku bersungguh-sungguh! Dengar, dia adalah seorang gadis yang belajar logaritma sampai tengah malam padahal dia membenci pelajaran itu seumur hidupnya, dia juga gadis berusaha mengajarimu mati-matian padahal semua orang tahu jika otak kirimu benar-benar rusak, dia juga gadis yang menangis saat kau menangis, dia juga gadis yang sama yang berani membelamu dan mengenyahkan rasa malunya ketika ia memelukmu di kantin sekolah.. dia—“

“Heejin, cukup” aku melihat sorot mata Baekhyun yang berkilat tajam. Yah, aku akan terima resikonya jika saat ini dia akan berhenti berbicara padaku seumur hidup atau membenciku setengah mati karna aku telah menyukainya tanpa izin.

Tapi kau harus tahu, Baekhyun.. aku hanya ingin kau berhenti mengeluh tentang dirimu sendiri karna kau tetap terlalu sempurna untukku.

“Kau menyukaiku?”

“Maafkan aku Baek. Aku..”

“Tidak—tidak apa-apa. Aku sungguh menghargainya Heejin. Terimakasih”

Ya! Baekhyun mengatakan ‘terimakasih’ dan bukannya menyuruhku untuk pergi sejauh mungkin dari tempatnya saat ini. Mungkinkah, Baekhyun ..?

Aku tidak pernah tahu.

…..

Tapi pada kenyataanya teori ‘cinta tidak membutuhkan syarat’ adalah omong kosong! Yah, benar-benar penipuan terkejam yang pernah kualami.

Baekhyun tetap memilih Taeyeon sebagai wanitanya. Saat Taeyeon sunbae mulai tertarik dengannya ketika band Baekhyun memenangkan sebuah kompetisi musik.

Ya!! Cinta tidak pernah memilihku karna aku tidak memiliki kulit seputih susu, tidak memiliki rambut lurus berkilau karna setiap minggu memiliki perawatan khusus di salon, tidak memiliki gigi yang berjejer rapi seperti mutiara, juga tidak memiliki suara emas seperti milik Kim taeyeon yang sempurna itu.

Aku tidak memilikinya!! Dan tidak akan penah sampai kapanpun!

Karna yang kumiliki hanya cinta yang begitu besar untuknya—tidak apapun lagi selain itu.

Apakah tidak cukup air mataku untuknya saat ia mengalami masa sulit? Apa tidak cukup seluruh pikiranku hanya untuknya bahkan ketika tengah malam? Apa tidak cukup seluruh rasa cinta yang kumiliki untuknya selama ini? apa tidak cukup seluruh pengorbanan yang kuberikan untuknya walau ia tidak pernah tahu itu?

Yah tidak pernah cukup untuknya..

Karna nyatanya Baekhyun terlalu bodoh untuk menyadari semua itu.

…….

END

Yes…!!! ini fanfic kegalauan saya tentang hubungan Taebaek. Gak benci sih.. Cuma kok ya sesak aja ya! Kenapa dia (someone itu) gak bisa jaga perasaan fansnya yang selama ini udah setia sama dia. Bukannya ngelarang pacaran, tapi tahulah mereka baru debut 2 tahunan dan masih gila-gilanya para fans itu memuja idolanya. Kalo kaya SUJU dan DBSK sih udah bisa di maklumin karna mereka juga udah senior dan udah pantes buat kawin #Plak

Katanya cintanya Cuma buat fans—tau taunya fans Cuma di jadiin objek kerjaan aja (oke sip jangan ngoment fanwar disini!) saya Cuma mau curhat aja tentang perasaan pure EXOfans aja. Yah, kalo yang udah ngeshipperin Taebaek sih itu terserah. Tapi buat saya ini tetap aja jadi tamparan keras.

Apalagi waktu inget jaman2nya ribut di TL twitter gara-gara ngebelain EXO dari haters, jaman2nya saya galau comeback EXO padahal lagi UN, jaman2nya saya beneran NANGIS waktu gak kuat liat keadaan EXO yang kacau karna masalah kris, jaman2nya saya berantem sama temen saya yg elf karna debat argumen, jaman2nya gak jajan demi kuota download EXO’s Showtime dll (padahal skrng udah saya hapus semua). Banyaklah yang udah saya lakuin,, dan yang saya dapet malah konfirmasi dating ini. Ckckck makasih bangetlah!

Dating is better than leaving? Think again!!!!

Advertisements

2 thoughts on “Heartbreaker

  1. Aku juga kaget pas ada berita tentang konfir hubungan taebaek ini,ga di sangka aja,tp yo wis lah saya mah mendukung saja apa yg terbaik buat keduanya.
    Well untuk ff nya benar benar sad end ya,ga tau mau coment apa lagi,tetep semangat aja untuk athornya ne hwaiting:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s