After Break up : Baekhyun Side’s

tumblr_n01932MUki1qa867to1_500

Cast : Baekhyun, Chanyeol, Heejin // Romance, Friendsip, Fluff // PG-14 // Series 1900W <
.
.
.
Summary : Could you forgive me for everything i did?

Baekhyun menengok ke sekelilingnya dan mendapati semua orang sibuk pada hari perayaan sekolah. Sebuah acara pesta dansa luar biasa yang membuat anak perempuan heboh mencari gaun—dan anak lelaki sibuk menggombali para gadis.
Shit! Dan mengingat tentang gadis,seketika itu Baekhyun menjadi uring-uringan setengah mati. Ia benar-benar tidak ingin berhubungan dengan gadis manapun lagi di dunia ini! Tidak akan, kecuali Ibunya—Mrs. Byun yang selalu memasakkan kalkun panggang kesukaannya dan Hyorin member SISTAR itu. Selain kedua wanita itu, Baekhyun bersumpah ia tidak akan pernah lagi berhubungan dengan wanita SELAMANYA!

“Wajahmu kusut, Baek” Jongin entah sejak kapan berjalan dibelakangnya—bersama Soojung sambil bergandengan tangan. Sial! Kenapa semua orang di dunia ini senang sekali menyiksanya? “Apa Taeyeon sunbae menolak untuk pergi ke pesta bersamamu?”
Baekhyun hanya mendesah kuat sebelum ia menjawabnya dengan suara lirih.
“Kami putus”
Jongin terdiam, lalu kemudian ia mengalihkan pandangannya menuju koridor tanpa mengatakan apapun untuk berusaha menghiburnya. Sementara Soojung? jangan hiraukan dia. Gadis itu sibuk dengan ponselnya tanpa ingin peduli. Astaga! Teman macam apa mereka?
“Kami putus, Jong! Putus—seperti tali yang kau gunakan untuk tarik tambang di festival olahraga sekolah, putus seperti kertas ulangan fisika yang kau sobek di depan tong sampah, putus seperti..”
“Aku tahu, aku tahu putus itu seperti apa.. kau tidak perlu menjelaskannya”
“Dan kau tidak penasaran tentang alasannya?” Baekhyun menatap Jongin penuh harap. Ia butuh seseorang yang peduli tentang apa yang terjadi padanya—pada hatinya, tapi setelah seminggu berlalu nyatanya tidak ada satu orang pun yang peduli.

“Ehm.. apalagi? Kau tidak tampan, pendek, dan kekanak-kanakan. Aku rasa Taeyeon sunbae sudah bosan padamu” Jongin terkekeh—lalu menatap Soojung setelahnya sambil tersenyum. “Oh ya, kami punya janji untuk kencan hari ini. Semoga harimu menyenangkan Baek”

Baekhyun kehilangan akal di tempatnya—ia mematung sampai punggung Jongin dan Soojung benar-benar menghilang dari pandangannya. Begitukah cara seorang teman menghiburnya ketika ia patah hati? Huh! Lupakan tentang Jongin, bukankah ia masih memiliki Park Chanyeol sahabat terbaiknya?
Park Chanyeol ..

Park Chanyeol yang tidak pernah lagi ia pedulikan selama beberapa bulan ini..
Park Chanyeol yang selalu ia abaikan bahkan ketika pria jangkung itu merengek ke taman hiburan bersamanya..
Park Chanyeol yang bahkan tidak pernah lagi mendapatkan senyumannya setiap pagi..
Park Chanyeol—Apakah ia masih menganggap Baekhyun sebagai sahabat terbaiknya?
Baekhyun merutuki dirinya sendiri karna telah kehilangan akalnya ketika jatuh cinta. Tapi siapa yang bisa menyalahkannya? Cinta memang memabukkan! Cinta memang membutakan! Salahkan saja cinta yang tiba-tiba datang dan sekarang menghempaskannya begitu saja. huft, damn!
Tapi Baekhyun harap Chanyeol masih menyambutnya dengan cengiran bodoh itu.
Ya, masih.

Ini berita buruk, karna Chanyeol tidak ada dimanapun! Di kantin, di perpustakaan, di toilet laki-laki, di toilet perempuan (ugh.. apa kau sungguh memeriksanya ke sana Baek?) dan bahkan di ruangan kepala sekolah sekalipun! Yah, takut-takut jika Chanyeol mendapatkan detensi dan ia terjebak di dalam sana untuk mendengarkan pidato panjang.

Tapi nyatanya Baekhyun tidak juga berhasil menemukan cengiran bodoh Park Chanyeol dimana-mana. Pria jangkung itu seperti menghilang-ditelan bumi-diculik alien bernama Do Min jung-Oh, atau apapun itu Baekhyun tidak peduli. Ia hanya lelah karna seharian ini berlarian kemana-mana untuk menemukan mahluk bernama Park Chanyeol.

“Woah, apa yang terjadi padamu? Kau seperti anjing rabies yang belum disuntik” Jongdae si trolling menyapanya dengan kalimat menjengkelkan ketika Baekhyun melewati lapangan basket dengan nafas putus-putus.
“Hei, hei kau liat si dobby?”
Sesaat kemudian sehun menutup bukunya yang berjudul ‘jangan-campakkan-aku’ sebelum ia menatap Baekhyun dengan alis berkerut. “Siapa dobby? Apa dia pacar barumu?”

“Pacar? Oh, yang benar saja! dobby itu sebutan Park Chanyeol! Dan—tunggu, kenapa kau menyinggung tentang pacar baru padaku?” Jongdae terkekeh pelan, sementara Sehun memutar matanya dan berlagak mengeluarkan ekspressi menyeramkan.
“Kau bercanda? Semua orang di sekolah ini sudah tahu tentang hubunganmu dan Taeyeon sunbae. Jongin yang bilang padaku”

“Sungguh? Ahh dasar..” sialan Jongin! Akan kubalas kau nanti. Baekhyun mendesah, lalu ia mendudukkan tubuhnya disamping Jongdae yang sedang menikmati se-toples ‘candy jelly love’ yang belakangan ini terkenal itu. “aku tidak percaya berita itu menyebar secepat ini”
“Kau tenang saja. Bukan Jongin satu-satunya penyebar berita itu. Tadi pagi aku juga mendengar Heejin meneriakkan berita ini keras-keras di pintu gerbang sekolah” Baekhyun mengangguk kemudian. Gosip-berita-mitos atau apapun di sekolah ini memang selalu menyebar dengan cepat. Tapi tunggu, siapa dia bilang? Heejin?
“Astaga! Lee Heejin maksudmu?” Baekhyun memekik—hampir seperti suara ayam sekarat sambil membuka matanya lebar-lebar.
“Ya, ya Lee Heejin.” Baekhyun tidak bergerak setelahnya. Ia masih membutuhkan beberapa menit untuk membuat otaknya bekerja seperti semula.

Lalu setelah Baekhyun mulai mendapatkan kesadarannya kembali. Seseorang menyentak pikirannya begitu saja—Jongdae—si trolling—sahabatnya yang memiliki binatang peliharaan bebek karet di dalam kamar mandinya. “Bukankah Heejin, gadis yang dulu pernah menyukaimu setengah mati? Tapi aku tidak yakin tentang itu—harusnya ia senang mendengarmu, putus. Tapi yang kudengar dia malah menangis selama seharian ini di dalam ruang kesehatan”

Heejin menangis? Kenapa?
Ugh, lupakan tentang sumpah ‘tidak ingin berurusan dengan wanita manapun di dunia ini kecuali Mrs. Byun dan Hyorin’ yang tadi ia ucapkan. Nyatanya, sesaat setelah Jongdae menyelesaikan kalimatnya Baekhyun telah melompat bangun begitu saja.
Ia berlari—secepat mungkin menuju ruang kesehatan untuk melihat keadaan gadis itu. Lee heejin seseorang yang dulu pernah begitu dekat dengannya sampai-sampai ia takut jatuh cinta pada gadis itu satu detik setelah ia berkedip.

“Heejin..” Suara Baekhyun yang berbisik terdengar bersamaan dengan decit pintu yang berbunyi. “Lee Heejin, kau ada di sana?”

Tidak ada jawaban. Ruangan itu terasa sama heningnya dengan kuburan. Ah, sial! Apa Jongdae sedang berusaha menipunya?

“Hee—“
“Baekhyun?” Suara panggilan Heejin seketika itu menyentak punggungnya. Membuat lehernya terasa gatal dan dingin di saat yang bersamaan. “Sedang apa kau disini?”
Gadis itu menatapnya lekat-lekat. Lee Heejin—dengan mata memerah dan sekotak obat yang kini berada di dalam pelukannya.

“Kau terluka? Ada apa?” Baekhyun tidak tahu kenapa suaranya bisa selembut seperti ini. Sungguh, mereka belum pernah bertemu lagi selama beberapa bulan ini. Entahlah, Heejin yang berusaha menghindarinya atau memang ia yang berlagak tidak ingin peduli. Yang jelas saat ini, Baekhyun sangat merindukannya! benar-benar menyesal—dan merindukannya.

“Bukan aku yang terluka, tapi Chanyeol”
“Chanyeol.. ?” Baekhyun memutar tubuhnya dan mendapati seorang pria jangkung sedang tertidur disana. Di kepalanya terlihat beberapa luka goresan dan lebam. Tapi Baekhyun tahu jelas jika itu bukan luka karna tonjokan atau semacamnya. Yah, Park Chanyeol adalah tipe orang yang memilih kabur dibanding harus berurusan dengan kekerasan. Jadi Baekhyun menebak jika luka itu pasti hasil kecelakaan. Jatuh dari tangga, terjerembab saat melewati palang besi, atau mungkin karna terkena bola baseball?
“Apa yang terjadi padanya?”
“Ini salahku. Dia seperti itu karna terkena lemparan bola ku” perlahan Heejin membuka kotak obat itu dan meliliti kepala Chanyeol dengan perban yang telah dibasuh dengan alkohol. “Aku sudah menunggunya bangun selama seharian ini. Tapi kenapa dia belum membuka matanya?” Heejin terlihat putus asa, lalu kemudian matanya membengkak dan ia mulai menangis.

Heejin menangis. Suara isakkannya sangat memilukan sampai-sampai beberapa orang yang melewati ruang kesehatan mengintip penasaran melalui sebagian kaca jendela yang terbuka. Apakah Chanyel yang membuat Heejin menangis seharian? “Aku takut Baek, aku takut dia mengalami amnesia, radang selaput otak atau hal-hal seperti itu. Bagaimana jika itu terjadi? Apa aku harus menikahinya dan bertanggung jawab seumur hidup padanya?”

“Apa? Hei, apa yang kau katakan tidak masuk akal Heejin. Semua baik-baik saja. Dobby hanya tidur siang, percayalah padaku”

Entah kenapa Baekhyun merasa dirinya marah. Tapi pada siapa? pada Heejin yang telah membuat sahabatnya terluka? Atau pada Chanyeol yang seenaknya membuat Heejin menungguinya tidur siang? Ah, sial! Hidupnya belum pernah serumit ini.

Lalu apa? Harusnya saat ini ia menangis sendirian di atap sekolah, harusnya saat ini ia membakar semua kenangannya bersama ‘mantan pacarnya’ dulu untuk menyembuhkan hatinya. Tapi kenapa ia malah berada disini? Menatap wajah Chanyeol yang bodoh saat tertidur dan mendengar suara Heejin menangis. Baekhyun rasa otaknya perlu sebuah perbaikan.

“Ehm.. Baek?” Suara berat baritone itu mengintrupsinya. Suara berat yang beberapa bulan ini tidak begitu sering berada di dalam telinganya. Chanyeol—pria jangkung itu membuka sebelah matanya dan tersenyum sambil membuat gumaman yang Baekhyun sendiri tidak tahu apa artinya. “Baek.. ” Chanyeol memanggilnya untuk yang kedua kali. Berat—dan lembut, bodoh! Kenapa Baekhyun tidak menyadarinya dari awal jika ia baru saja kehilangan sahabatnya itu?
Lalu tiba-tiba terjadi sesuatu yang menyesakkan dadanya—di depan matanya, menghalangi pandangannya bertemu dengan mata mengantuk milik Park Chanyeol.
“Oh, Chanyeol.. Aku khawatir setengah mati padamu! Syukurlah aku tidak perlu menikahimu dan bertanggung jawab seumur hidup padamu” Heejin seketika itu memeluknya erat, dan dibalas oleh Chanyeol dengan sebuah pelukan juga dan sebuah cengiran bodoh yang menyebalkan.

“Tidak masalah Heejin. Tapi walaupun begitu, aku senang jika kau tetap ingin menikahiku walaupun aku baik-baik saja”

Tanpa sadar Baekhyun menggeram kesal dan menyingkirkan pikiran-pikiran betapa ia merindukan Chanyeol saat ini. ‘sialan kau Park Dobby! Kenapa kau memeluknya dan mengatakan rayuan murahan itu di depannya?’

“Jadi bagaimana?” Baek mengangkat wajahnya—dan ia baru saja mendapati wajah Chanyeol yang belepotan es krim dimana-mana sambil terus berbicara. “Berapa sering kau menangis selama seminggu ini?”

Saat ini mereka pulang bersama. Bergandengan, ah bukan. Hanya Chanyeol yang mengangaitkan tangannya pada lengan Baekhyun dan Heejin mengikuti mereka dari belakang. Tapi pembicaraan kali ini membuatnya menyesal untuk mengajak mereka pulang bersama. Apalagi tatapan Heejin yang seakan-akan mencoba menerobos masuk ke dalam kepalanya.

Sial! Baekhyun bukan Zhang Yixing yang pandai mengarang cerita. Jadi apa yang harus ia katakan di depan Park Chanyeol untuk menyelamatkan harga dirinya? Bilang padanya jika ia hanya menangis sekali—atau dua kali? Ugh.. orang bodoh mana yang ingin mempercayainya?

“Tidak terhitung. Tapi percayalah jika aku sama sekali belum menangis hari ini” Ia berusaha bersikap tegar dengan melahap habis es krimnya dan menampilkan senyum terbaik yang ia miliki. “Dan terimakasih karna kau telah bertanya.. Kau tahu, Yeol.. aku rasa aku bersalah karna mengabaikanmu beberapa bulan terakhir ini.”

Pandangannya mengarah ke bawah dan mendapati noda es krim yang menempel di atas sepatunya. Sebenarnya Baekhyun tidak ingin mengatakan hal-hal semacam itu untuk Chanyeol—terutama jika ada satu orang lagi yang masih menatapnya tajam dari arah belakang. Tapi sungguh, ia merasa sangat bodoh dan menyesal saat ini.
Jadi mau tak mau Baekhyun harus mengatakannya. Ia ingin Chanyeol mengerti—tentang perasaannya, juga tentang betapa ia kehilangan Chanyeol selama ini.

“Maafkan aku, ehm.. Dobby” Keduanya terkekeh, lalu kemudian Chanyeol menepuk bahunya keras-keras seakan ia tidak peduli jika Baekhyun masih membutuhkan tulang rusuk untuk hidup.

“Kau bercanda? Untuk apa minta maaf?”
“Karna mengabaikanmu?”
“Astaga, Baek! Kau jadi pria jelly yang lembek, sekarang” Baekhyun mendengus, lalu melangkah pergi begitu saja dengan mengabaikan suara Chanyeol yang memanggilnya dari arah belakang.

Sialan! Di saat ia berusaha mengatakan perasaannya secara tulus, tapi kenapa Chanyeol justru menggodanya seperti ini? Huft! Biar saja ia sudah tidak peduli lagi. Baekhyun hanya ingin pulang ke rumah secepatnya dan menangis sendirian.

Yah, menangis. Karna ia baru saja dipermainkan oleh pria jangkung, bertampang bodoh, dan bersuara bass jelek seperti Park Chanyeol dihadapan seorang gadis! Oh, astaga.. dan gadis itu adalah Lee Heejin! Rasanya Baekhyun ingin melompat dari atas Namsan tower saat ini juga.

“Baekhyun! Hei, Baekhyun! Kau tidak ingin ikut dengan kami?” Chanyeol masih bersuara di belakang punggungnya. Berteriak keras hingga membuat setiap orang yang mendengar suaranya sakit kepala.
“Oh, Sudahlah Yeol. Biarkan saja dia” Baekhyun bisa mendengar suara Heejin yang berat dan mendesah. Dari suaranya, Baekhyun tahu jika Heejin sedang kesal. Tapi kenapa? Bukankah harusnya ia yang bersikap seperti itu karna Chanyeol baru saja mempermainkannya?

“Kau benar. Sebaiknya kita biarkan saja dia seperti itu. Mau makan burger bersamaku?”

Apa, burger? Tunggu dulu.

“Ehm, boleh. Ayo kita pergi. Aku yang akan mentraktirmu” Tanpa ia sadari suara Heejin dan Chanyeol perlahan-lahan menjauh—lalu setelahnya malah tidak terdengar sama sekali.

Dan seketika itu Baekhyun spontan berbalik begitu saja. Mengabaikan seluruh harga diri yang masih ia miliki sambil meneriaki nama Chanyeol keras-keras.
“Yak, Park Calli! Aku juga ingin burger!”

FIN

Gagal paham sama hubungan Baek dan inilah jadinya.
Putus kan? ngaku aja bang, biar fans lu gak merana. //plis-jangan-rajam-saya//
Oke oke masih ada sequelnya .. di tunggu ya!

Advertisements

One thought on “After Break up : Baekhyun Side’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s