And Last

tumblr_m2xqobkUGX1qlu954o1_1280
Fiction // My self as girl // Drabble 500w < // Hurt, sad, Love one-side
Summary : When I was young, I was said love me too
…..


Pernah merasakan perasaan sesak ketika bertemu dengan seseorang yang telah lama kita kubur dalam-dalam?
Seperti diriku.
Hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, saat ini..
Aku melihatnya lagi. Menatapku seolah semua baik-baik saja, seolah aku tidak pernah berada dalam bagian terkecil hidupnya, seolah kami tidak pernah memiliki sebuah kisah sebelumnya. Dia menatapku seakan diriku ini adalah gadis biasa yang baru saja ia temui.

Pernahkah aku merasa sesakit ini sebelumnya?
Aku mengangguk pasti ketika mata kami saling berpandangan. Ini pernah terjadi—perasaan sakit yang menderaku saat ini pernah ku rasakan sebelumnya. Tepat tiga tahun lalu ketika ia membiarkanku menunggu perasaan yang tidak pernah jelas ia janjikan.
Rasa sakitnya sama, walaupun saat ini aku tidak begitu mengingatnya.
Ketika dulu aku menganggapnya segalanya, ketika dulu aku menganggapnya sebagai alasan diriku diciptakan. Tapi kini, apa yang membuatku merasakan sakit yang sama? Perasaan ini telah disembukan oleh waktu, segalanya telah berubah. Tidak ada lagi kata kami, cinta, dan dia. Hanya ada aku, hampa dan sesorang itu bukan?
‘Pernah mencintai’ itu milikku, kalimat yang bahkan tidak akan pernah kudapatkan darinya. Sesuatu yang tak bisa kuraih walaupun aku menghitung detik selama puluhan tahun sekalipun. Sesuatu yang hanya bisa kuimpikan, bahkan untuk saat ini.
Apakah mencintaiku sesulit itu? Aku tahu tidak ada bagian dari diriku yang bisa kau banggakan. Aku bukan gadis cantik dengan kulit seputih salju, bukan gadis dengan sejuta bakat, bukan juga gadis yang memiliki nilai sempurna disetiap mata pelajaran. Tapi bukankah mencintai itu tanpa syarat dan alasan? Aku hanyalah aku, seorang gadis biasa yang hanya bisa menawarkan seluruh hatiku untuk diberikan padamu.

Penolakan ini terjadi tiga tahun lalu, cinta sepihak ini terjadi tiga tahun lalu. Tapi kenapa rasa sakitnya masih sama sampai hingga saat ini? Takut mencintai, takut tersakiti, takut membuka hati, lalu kau bilang ini adalah salahku sendiri karna terlalu mengharapkanmu? Kau pria paling brengsek di dunia ini.
Siapa pun yang mengenalku tahu seberapa besar perasaanku padamu. Siapa pun yang mengenalku tahu bagaimana aku melihatmu dengan perasaan mendamba. Siapa pun di dunia ini tahu! Dan kenapa kau masih berlagak seperti pria naïf dengan segala sifat tak acuhmu itu?

Harusnya kau katakana perasaan itu dengan jelas dari awal. Harusnya kau membuat batas tembok agar aku tidak pergi lebih jauh lagi untuk masuk ke dalam pesonamu. Harusnya kau melakukan itu dari awal! Dan bukannya tersenyum setiap kali kita bertemu dan memanggil namaku dengan suara lembut. Bukan, bukan begitu caranya menolak seorang gadis yang sedang jatuh cinta.
Kau tahu apa akibatnya ketika kau membiarkan perasaanku semakin dalam?
Tuntutan, dambaan, harapan dicintai oleh kau yang tidak pernah menginginkanku, dan yang paling mengerikan.

Hati yang tidak bisa lagi mencintai orang lain selain dirimu.
Menunggu. Aku menunggu selama untuk setiap detik yang kumiliki saat itu. Tidak peduli sebanyak apa orang yang menertawakanku untuk perasaan bodohku ini, tidak peduli sebanyak apa orang yang menentangku karna aku tidak pantas untukmu, tidak peduli.. karna seluruh perasaanku hanya tertuju padamu.

Satu detik
Satu menit
Satu jam
Satu hari
Satu minggu
Satu bulan
Satu tahun
Hingga aku tersadar kau tidak akan pernah datang walaupun aku menunggumu selama satu abad. Getaran itu perlahan memudar tergantikan oleh sesak yang menjerat dadaku. Ingin aku memakimu, melemparmu ke dalam jurang terdalam, menghajarmu habis-habisan.

Tapi yang bisa kulakukan hanya memberimu sebuah pengakuan. Pengakuan jika aku menyukaimu walaupun perasaanku lebih besar dari itu.
Dan coba tebak apa yang kau katakana saat itu?
‘Jadi, urusan kita sudah selesai, kan?’
END
…….
Ini asli kisah saya, hahaha.. aduh kasian yah? -.- denger lagu raisa jadi inget kebodohan masa lalu saya fufufufuu.. selamat menggalau 😀

Advertisements

One thought on “And Last

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s